Tampilkan postingan dengan label Perihal Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perihal Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Mengabdi Menjadi Pengurus Pesantren

 Hidup itu kompleks. semuanya ada. Pun dalam kehidupan bersosialisasi dalam pesantren. Semua orang yang ada disana lebih-lebih remaja pra dewasa atau anak-anak menjelang remaja pasti memiliki energi dan emosianalnya masing-masing.

Aku, yang saat ini dipasrahi menjadi kepala di asrama, apakah harus memvalidasi semua emosi mereka?

mohon jawab, aku butuh jawaban. 

Setiap hari ada saja hal baru yang mesti aku pelajari. Dimulai dari tingkah santri yang unik-unik. Santri usia SMP-an yang sedang semangat-semangatnya mengeluarkan energi mereka. Andai Tuhan, mereka mengeluarkan kepada hal-hal yang positif, pasti hati ini tidak risau. 

Belum lagi, setingkat SMA yang sedang era buterfly mereka pacaran hingga ketemuan dengan santri putra. Astagfirullah

Dan, hal paling memberatkan adalah menyamakan presepsi dan satu jalan, satu misi mencapai maksud tujuan yang utuh. Tidak berlubang, apalagi saling menggiigit di antara pengurus pesantren.

Semuanya asik, hanya yang perlu diluruskan mungkin beberapa hal. Semuanya mau berproses menjadi lebih baik, masalahnya standar baik diantara semua orang itu berbeda. Ada yang menganggap biru itu lebih baik di letakkan di bagian depan rumah, beberapa kelompok yang lain menganggap itu tabu.

Ah capek

Hidup dipesantrern itu unik, terletak pada beberapa aturan yang perlu kita jalani meskipun bukan aturan syariat. 

Hal kecil sumpama sandal, sangat kita perhatikan, apalagi shalatnya

Namun dari sistem ini, perlu adanya pembaharuan. Mana hal syariat yang harus diutamakan daripada hal receh.

Mana permasalahan syariat yang perlu di selesaikan lebih utama daripada sekedar membahas hal kecil seperti sandal.

Itu baik, sangat baik malah sampai membahas sandal, hanya perlu diluruskan lagi niatnya. Agar apa, semua tenaga dan pikiran tidak terfokuskan pada hal yang dalam ranah agama tidak penting.

Bukan berarti aku mengartikan membahasa sandal itu tidak penting, itu penting hanya saja bila semua tenaga dan fikiran sudah terfokus pada sandal, maka pengontrolan shalat santri bisa jadi sedikit menurun

Dan juga, hidup dipesantren jauh dari orang tua, mengharuskan semua santrinya tahan banting. Bagi kami para pengurus era tahan banting kami harus lebih ekstra daripada santri pada umumnya. Bila masalah mereka terletak pada kegiatan pembelajarannya, maka masalahku terletak pada pendidikanku sendiri dan bagaimana mengurus santri-santri itu. Melelahkan tapi itu adalah aku artikan sebuah tantangan

Belum lagi, kadang tekanan juga datang dari atasan dengan segala program kerja yang harus terealisasi, menjadikan aku serba salah, menekan ke bawah salah, mengikuti alurpun kadang salah. 

Bisa bantu beri solusi?


Minggu, 17 Januari 2021

PERASAAN SANTRIWATI KEPADA KANG SANTRI

https://santriendo.blogspot.com/2021/01/biografi-kh-fadlurrahman-zaini-ba.html Biografi K.H Fadlurrahman Zaini B.A Alasbuluh, Wongsorejo, Banyuwangi 

    Hei, kau yang disana. Mungkin menjadi jodohku atau hanya sebagai pengalaman rasaku kepada orang-orang. Rasanya aneh memang. Senang memandangmu dari kejauhan. Pura-pura menudukkan muka dihadapanmu. Saat punggung yang kokoh itu berbalik, mata ini dengan sekuat tenaga agar aku tak menatap belakang tubuhmu, akhirnya tak bisa ku tahan juga. Dengan senyum tipis yang tidak diketahui, bahkan oleh sahabat yang duduk disampingku sekalipun. Aku tersenyum untukmu.

    Beruntung dirimu, yang diam-diam ku doakan dengan kebaikan. Selamat. Meski aku tak pernah tau, kau kah yang akan menjadi pendampingku kelak, atau sahabat-sahabatmu. Yang aku lakukan hanyalah mendoakan jodohku. Berharap jodohku juga mendoakan yang sama. Itukah kamu??

    Berharap kita yang bersama-sama menjalani kehidupan rumit ini. Dengan banyak kekurangan yang aku miliki. Aku yang berharap akan diperbaiki bersam oleh kita. Berharap  kau yang akan mengajariku berbagai macam arti kehidupan. Semilir angin yang membelai wajahmu. Hingga anak rambut yang ada pada dahimu bergoyang-goyang. Lalu dengan lucunya, kau angkat rambut itu kemudian menutupnya dengan peci hitam dihadapanku. Ah, andaikan…

    Disini, aku ingin membangun impian sederhana. Dengan rumah yang sederhana pula. Menetap di desa yang damai. Tanpa hiruk piruk modernisasi, atau jika tidak kita akan hidup dengan modernisasi namun tetap meneguhkan niat memperbaiki agama. Aku ingin hidup denganmu yang terbaik.

Aku suka memandangmu tanpa berucap. Rasanya memandang jutaan cerita yang pernah dan akan terjadi. Bersamamu aku siap melewatinya.


Selasa, 05 Januari 2021

Kenapa wanita Menolak Pria, ketahui apa alasannya.

Sekelumit chat yang kamu kirim akhirnya membeku di jejaring sosial mediaku. Sengaja aku biarkan itu terjadi, agar dirimu tahu bahwa aku belum siap untuk menerima ini. Ah, terdengar erotis yaaa. Baik akan aku sederhanakan.

Kebanyakan lelaki memang begitu. Kami para kaum hawa, keseringan hati-hati melabuhkan hatinya pada sebagian kaummu, kaum adam. Dengan alasan yang mungkin oleh kebanyakan dari kalian tidak percaya atau malah menganggap alasan kami tidak bermutu atau bahkan dilabeli alasan yang tidak biasa dijadikan alasan.

Oh, bukan begitu, argumen sebagian dari kaumku ketika menolak hati yang akan singgah mungkin beragam. Sebagian ada yang sudah melabuhkan hatinya pada dermaga orang lain, sehingga mereka sulit untuk menerima. Ada yang memilih untuk “menutup” diri. Menjauhkan dirinya dari hiruk pikuk kehidupan bersama laki-laki yang masih belum halal bersamanya atau mungkin ingin lebih fokus dulu pada pendidikannya. Iya, kami pun tahu.

Cinta tidak bisa dipaksakan. Oleh siapapun, apapun, dengan cara apapun,dan dengan pertimbangan bagaimanapun. Sejatinya cinta itu murni oleh 2 orang yang akan menjalani kehidupan kedepannya. Mungkin, jika ada yang menolak sebagian dari kalian, kaum cowok. Percayalah, mereka pasti mempunyai pertimbangan masng-masing yang sulit di katakan pada pria.

“Nikahnya bisa tahun depan kok -.-”.

Ah, iya benar saja, pernikahan bisa dilakukan tahun depan, bulan depan atau pun besok. Namun yang pasti. Hati kami tidak bisa sebegitu gampangnya menerima kehadiran para lelaki. Apa lagi mereka yang bakal menjadi nahkoda rumah tangga. Aku lupa, bahwa hewanpun membutuhkan pasangan untuk terus melanjutkan generasi. Tumbuhan juga butuh perkawinan untuk menghasilkan putik yang baru.

Apa lagi manusia? Manusia, makhluk berakal yang sengaja Tuhan ciptakan sebagai kholifah dari, dan sebelumnya dengan melewati jalur pernikahan yang sakral. Sebelum fase ini, masa-masa kesensitifan wanita akan diuji. Bagi yang sedang kuliah, tugas-tugas kampus menumpuk yang harus rela di bagi dengan jam tidur. Lalu besoknya, kegiatan membosankan demi melebarkan logika akan terus berlanjut. Hingga  mentari terbenam di gantikan bulan menggantung di atap bumi.

Mm, lupa. Berbicara mengenai pasangan di kehidupan nanti. Kami, para wanita mempunyai prespektif sendiri. Kamipun tahu, bahwa jodoh ada di ‘tangan’ Tuhan.

Siapa tak tahu itu?

            Saat kalian berkata

            “Kami, kaum lelaki berhak untuk memilih wanita”

           Maka jawaban yang pantas;

            "Kaum wanita, juga berhak atas penolakan'

Jika kaum kalian sebut proses PDKT dengan wanita adalah usaha dan ikhtiar, maka kami akan menyebutnya waktu yang terbuang sia-sia. Because, Hidup kita adalah kita yang tentukan.

Berdo'a adalah jalan terbaik meminta pada Tuhan.

Dan, saat wanita yang kalian sukai berkata masih belum siap. Itulah, saat mereka mentafakkuri hidupnya agar lebih matang. Mempersiapkan kehidupan yang lebih mapan di masa-masa mendatang. Mereka akan teguh dengan mindset

            Pasal 1:

Jikalau jodoh benar di tangan Tuhan. Bersama siapapun kami siap.

Pasal 2:

Jika laki-laki yang dekat dengan kita saat ini tidak di takdirkan untuk menemani hidup, maka konsekuensi kembali ke pasal 1. Kami akan selalu menyambut predestinasi Tuhan.

Pertanyaannya, Apakah kalian para kaum lelaki juga memilik pikiran yang sama dengan kami?

Kami butuh jawabanmu, Kami, akan siap menunggu dikolom komentar.



Maaf

 Halo, teruntuk semua manusia yang ada di bumi aku minta maaf atas ketidak bagusan komunikasiku hari ini